Pokok-pokok Sambutan Rektor Pada Pementasan Collaboration of Art

17 Dec 2012 oleh  

Tulisan ini merupakan Pokok-pokok  Sambutan Rektor Pada Pementasan Collaboration of Art V yang dilaksanan pada hari  Selasa tanggal 3 April 2012 waktu lalu. Berikut adalah pokok-pokok sambutan rektor pada acara tersebut :

  1. Yth. Para Pembantu Rektor, Dekan, Kepala Biro,
  2. Yth. Panitia Dies Natalis
  3. Yth. Pembina BKKT UNS
  4. Yth. Pembina PSM Voca Erudita UNS
  5. Yth. Pembina Marching Band UNS
  6. Yth. Adik-adik mahasiswa, dan
  7. Tamu Undangan

Syukur kepada Allah SWT atas limpahan Berkah dan Rahmatnya sehingga masih memberi kesempatan untuk bertemu.

Menyambut gembira adanya penampilan kolaborasi antara tiga UKM mahasiswa. Hal ini meneguhkan bahwa kampus UNS memiliki perhatian yang mendalam terhadap kesenian klasik maupun kontemporer yang berkembang di masyarakat. Selama ini kesenian klasik, terutama yang berbasis kedaerahan, – seperti Jawa- mengalami kemunduran. Masyarakat cenderung tidak tertarik untuk melihat, apalagi menekuni kesenian klasik. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi pegiat seni seperti BKKT. Diperlukan terobosan baru serta kreativitas seni yang bernilai tinggi hingga menghasilkan karya yang monumental. Saya memandang, kolaborasi ini bisa saling mengangkat keunggulan yang dimiliki.

Yang juga penting adalah apa value yang akan terangkat dari sebuah kolaborasi seni, seperti yang akan ditampilkan pada malam hari ini. Kolaborasi seni tradisi sebenarnya mampu membangun identitas bangsa. Karena seni, dalam semua jenis dan sifatnya tak dapat dipisahkan dari lingkungan hidup. Pemahaman tentang fungsi lingkungan hidup sebagai tempat berlindung, mencari nafkah, dan mencari identitas sering digambarkan dalam seni rupa maupun seni pertunjukan. Seni berhubungan dengan konsepsi ruang dan waktu, dan tempat. Kita mengenal konsep Jawa tentang desa mawa tata, sedangkan di Bali disebut desa kala patra, serta tempat-tempat lainnya. Hal ini diartikan sebagai penyesuaian diri dengan tempat, waktu dan keadaan, dan diperlukan sebagai potensi untuk mengembangkan diri sendiri. Termasuk nilai-nilai tentang prinsip rukun, prinsip hormat, dan prinsip mamayu hayuning bangsa, adigang adigung (sikap sombong), aja dumeh (jangan sok), dan sebagainya, yang dapat dijadikan inspirasi untuk kemudian diaktualisasikan kembali melalui karya seni. Dan seni bisa dinikmati tidak sekadar untuk seni, tetapi membawa nilai-nilai tertentu. Barangkali kolaborasi tentang “Kera” yang akan ditampilkan pada malam hari ini, akan memberikan pelajaran berharga bagi kita semua.

Demikian sambutan saya, selamat berkreasi, tetap semangat dalam berkarya. Ayo, tunjukkan prestasimu. Kurang lebihnya mohon maaf.

Beri Komentar





*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image