SOSIOLOGI PENDIDIKAN

10 Jun 2008 oleh  

Dengan rakhmat Allah SWT, Alhamdulillah buku Sosiologi Pendidikan ini dapat terbit dan hadir ke hadapan para pembaca. Harapan dari penulisan buku ini dapat memudahkan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan mata kuliah ini di FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS Solo). Namun, tidak menutup kemungkinan dapat digunakan bagi kepentingan yang lain, karena terbatasnya buku-buku tentang Sosiologi Pendidikan di tanah air.

Keterkaitan sosiologi dan ilmu pendidikan dalam wacana ilmu-ilmu sosial, mudah-mudahan dapat ikut memberi sum­bangan untuk solusi dan pengembangan di bidang pendidikan khu­susnya untuk pengembangan sumberdaya manusia. Buku ini membahas hal-hal terkait dengan hubungan antarindividu dan/atau masyarakat dalam pendidikan, lembaga pendidikan dan pera­nan­nya, sosialisasi anak, serta peran kebijakan pendidikan dan bahasan lain yang terkait dengan pendidikan dan kemasya­rakatan.

Sebagai kumpulan bahan kuliah, buku ini masih lebih banyak sebagai rangkuman dari pendapat banyak para penulis lain sebelumnya daripada sebagai pendapat pribadi penulis sendiri; yang kemudian disajikan menjadi 11 Bab dari isi buku, yaitu:

BAB I
SOSIOLOGI PENDIDIKAN (Sebuah Pengantar)

BAB II
PERANAN SOSIOLOGI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN

BAB III
PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT

BAB IV
SEKOLAH, SOSIALISASI ANAK DAN KELUARGA

BAB V
HUBUNGAN GURU DAN MURID

BAB VI
PERANAN GURU DI SEKOLAH DAN MASYARAKAT

BAB VII
KELAS DAN SEKOLAH SEBAGAI SISTEM SOSIAL

BAB VIII
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

BAB IX
PENDIDIKAN DAN MOBILITAS SOSIAL

BAB X
PENDIDIKAN DAN EKONOMI

BAB XI
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN (Suatu Bahasan Kebijakan Pendidikan)

Beri Komentar

23 komentar pada “SOSIOLOGI PENDIDIKAN”

  1. INDRA berkata :

    Terima kasih pak. dengan karya bapak saya sangat terbantu untuk menambah referensi. Karna setahu saya yang berada di daerah yang agak terpencil ini sulit untuk mendapatkan Buku Sosiologi Pendidikan. sekali lagi terima kasih.

  2. Slamet Supardi berkata :

    Salut dengan profesor satu ini. Masih sempat sempatnya menulis di blog, dan masih tetap produktif dengan tulisan tulisan, ceramah dan buku bukunya. Apalagi dengan mottonya: “KITA AKAN MENJADI SEPERTI YANG KITA PIKIRKAN”, wau keren prof. Mengingatkan saya 30 an tahun lalu, ketika PLB masih menjadi pilihan terakhir bagi calon mahasiswa yang masuk ke UNS. Masih dihantui dengan pertanyaan klasih, “setelah lulus nanti saya mau jadi apa?”.

    Setelah 30 tahun, saya sempat mendengar berita berita bagus, lulusan PLB ada yang menjadi direktur perusahaan, menjadi pengusaha sukses. Lulusan PLB ada yang menjadi pejabat penting di Departemen Pendidikan Nasional, ada yang menjadi kepala desa, ada yang menjadi staff pemda, dan tentu saja banyak yang menjadi guru SLB atau guru guru lainnya. Dan siapa mengira ada yang menjadi purek, dan profesor.

    Match dengan slogan “Kita akan menjadi seperti yang kita inginkan”, betul mas Ravik (dulu saya memanggil dosen dosen muda saya dengan sebutan “mas”, seperti halnya Mas Ravik, Mas Nawir, Mas Sholeh, Mas Indianto, Mbak Memunah, Mbak salcha, dan sebagainya).

    Ada 3 hal yang membuat saya “seperti yang kita pikirkan” :

    1. Buku kecil Prof Irwin Allen, “Free From School”, intinya untuk pintar di suatu bidang kita tidak harus melalui jalur sekolah reguler. Bahkan sekolah adalah lembaga paling boros menurutnya.

    2. Disertasi Doktor dosen (professor) PLB pertama kali, “Belajar Komprehenship”, metode belajar yang membuat saya “seperti yang kita inginkan”.

    3. Sebuah kemarahan dari Mas Munawir, Mas Nawir marah kepada saya yang akhirnya merubah saya “seperti yang kita pikirkan”

    Prof, dulu saya sempat berpikir, akankan kita kita ini nanti, para sarjana PLB akan menggantungkan hidup kita kepada “keberadaan anak anak tidak beruntung”. Secara tidak sadar saya telah menjalani motto “saya akan menjadi seperti yang saya pikirkan” dan tidak “numpang hidup” karena keberadaan anak anak cacat dan terbelakang (terus terang kontroversi ini saya peroleh dari seorang dosen saya pada waktu awal kuliah di PLB).

    Dan setelah lulus, seperti halnya ritual sarjana baru dengan map penuh CV yang sempurna mondar mandir Jakarta – Solo, menjadu guru, menjadi PNS. Simpel tapi susah…

    Prof, ini sebuah pertanyaan menggelitik. Aapakah salah (atau setidak tidaknya mengusik nurani), jika saya yang sarjana PLB ini “terpaksa” menjadi Manager Departemen IT? yang tiap hari harus bergelut dengan HighTech, bergelut dengan komputer, telekomunikasi, dan otomatisasi industri. Apakah benar kita akan Menjadi Seperti Yang Kita Pikirkan, prof?

    Jika saja banyak orang yakin, mau, dan mampu menjalankan kata bijak Mas Ravik…

    Salam
    Slamet Supardi
    PLB Angkatan 1981

  3. taufiq berkata :

    mudahan, karya beliau makin diperbanyak supaya menambahkan referensi khusus mata kuliah sosiologi pendidikan….. juga cetakannya tolong diperbanyak dan diperluas….

  4. denmas berkata :

    maturnuwun. mudah2an elmunya penuh keberkahan

  5. ravik berkata :

    Yth. Slamet Supardi

    Saya sangat bangga dik dengan karier anda, teruskan semoga sukses…!!

  6. Saefudin Zuhri berkata :

    Mohon ijin untuk dishare dan didiskusikan dgn temen2. Matur nuwun Prof. Jazakumullah.

  7. NSH berkata :

    SELAMAT………..MOGA DALAM MEMIMPIN UNS KE DEPAN ADA PERUBAHAN SISTEM DALAM PEREKRUTAN PIMPINAN ESELON MAUPUN CPNS…….SALAM

  8. Anam berkata :

    Terima kasih buat bukunya…
    kok Gak dijadikan satu file winzip saja paj biar lebih gampang…
    maturnuwun

  9. Dwiyono Y. Prayitno berkata :

    Assa wr wb, terima kasih ilmunya Prof. smg ini menjadi shodaqoh jariyah yang pahalanya terus mengalir dan menambah berkah ilmu yang Prof. Ravik tebarkan. wassalam

  10. randi berkata :

    yth. bapak Slamet Supardi

    terima kasih pdfny sangat membantu sekali…

    terima kasih

  11. Suhel berkata :

    Terima kasih Prof atas tulisan dalam blognya. Ini sangat membantu saya dalam pembuatan makalah. Menambah Referensi.
    Sekali lagi terima kasih…. semoga manfaat ….

  12. hamdani berkata :

    Jazakumullah Prof, semoga ilmunya bermanfaat untuk kami.

  13. umu akbar berkata :

    jazakallah prof….saya sangat terbantu dengan blog ini, alhamdulillah mendapatkan referensi yang sesuai ketika mengajar di daerah yang sulit mendapatkan referensi. semoga ilmu yang prof bagi menuai berkah. amin. salam dari alumnus pasca UNY.

  14. AHMAD SARNUBI IBNU ABDULLAH berkata :

    bagaimana caranya saya bisa mengambil dukumen yang ada dalam situs. agar saya bisa menggunakannya dan dapat menimba ilmu dari dunia maya ini

  15. saifuddin yunus berkata :

    prof. ravik, saya sangat tertarik melihat daftra isi dalam buku sosiologi yang prof tulis, saya ingin sekali membaca seluruh isi dari buku tersebut, namun saya cek ke toko buku di aceh belum ada yang jual, dimana saya boleh pesan?

  16. Siti Losviana berkata :

    assalamu’alikum…terima kasih..

  17. Siti Losviana berkata :

    assalamu’alaikum…terima kasih..

  18. Dix Mcbridge berkata :

    Salut dengan profesor satu ini. Masih sempat sempatnya menulis di blog, dan masih tetap produktif dengan tulisan tulisan, ceramah dan buku bukunya. Apalagi dengan mottonya: “KITA AKAN MENJADI SEPERTI YANG KITA PIKIRKAN”, wau keren prof. Mengingatkan saya 30 an tahun lalu, ketika PLB masih menjadi pilihan terakhir bagi calon mahasiswa yang masuk ke UNS. Masih dihantui dengan pertanyaan klasih, “setelah lulus nanti saya mau jadi apa?”.
    +1

  19. Riyan Hilmy berkata :

    trima kasih bpk, smg ilmu yg bpk smpaikan brmanfaat! pahala di akhirat jauh lebih baik dari balasan di dunia….

  20. somma berkata :

    terima kasih atas makalah nya saya sngat butuhsekali moga menjadia pahala yg besar bagi yng menyusun makalh ini ami

  21. Julian Vosakalo berkata :

    Satu hal yang saya ingat ialah janganlah kita memaksakan anak anak kita untuk menjadi apa yang kita kehendaki.

  22. Katelyn Kuranetu berkata :

    Sementara, dalam sistem demokrasi kedaulatan ada di tangan manusia, bukan di tangan Allah SWT, Dzat yang Maha Menciptakan manusia dan alam semesta.

  23. Audrey Tenapsol berkata :

    pasti di dunia ini, SEMUA hal akan menjadi SULIT jika kita tidak mau belajar





*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image